Reportase Kegiatan: Studi Banding — UKSA-387 UNDIP × KSR PMI Unit FKM UNDIP

Dalam semangat berbagi ilmu dan mempererat relasi lintas organisasi, UKSA-387 UNDIP menyelenggarakan Studi Banding bersama KSR PMI Unit FKM UNDIP pada tanggal 16 Maret 2025 di Gedung UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Sebagai penyelenggara studi banding, kami memandang kegiatan ini bukan sekadar bertukar sapaan saja, melainkan kesempatan strategis untuk menggabungkan kapabilitas teknis kami di bidang edukasi bahari dan selam dengan jaringan serta kapasitas kepedulian kemanusiaan KSR. Tujuan yang diusung yaitu memperluas relasi eksternal, berbagi pengalaman praktis, membangun sinergi operasional, dan meningkatkan kualitas program kerja masing-masing organisasi.
Kegiatan berjalan hangat dan produktif diawali dengan perkenalan profil organisasi dari kedua pihak, dilanjutkan diskusi terarah atau Forum Grup Discussion (FGD) yang mengupas isu nyata saat ini seperti kekurangan SDM terlatih untuk water rescue, tantangan manajemen waktu anggota, serta bagaimana memaksimalkan media sosial untuk edukasi dan penggalangan donasi. Dari sudut pandang UKSA, kami melihat peluang besar untuk mengintegrasikan materi keselamatan laut dan demonstrasi alat selam ke dalam program pelatihan KSR sehingga kedua organisasi bisa saling menguatkan kemampuan lapangan.
Selama sesi FGD berlangsung, peserta secara aktif merumuskan strategi konkret yang meliputi latihan gabungan berkala (fokus pada water rescue dan pertolongan pertama di laut), dan produksi konten kolaboratif berupa infografis dan video pendek untuk meningkatkan literasi publik dan efektivitas penggalangan dana saat bencana.
Temuan Utama
UKSA memiliki kekuatan pada kapabilitas teknis selam, kemampuan edukasi bahari, serta pengalaman dalam demonstrasi peralatan yang menjadikan organisasi ini siap menjadi mitra teknis dalam pelatihan dan edukasi lapangan. Sementara itu, KSR unggul lewat jaringan relawan yang luas, pengalaman nyata saat tanggap bencana di lapangan, serta kapasitas mobilisasi komunitas yang besar menjadi aset penting untuk respon kemanusiaan. Namun, terdapat beberapa celah yang perlu ditutup bersama yaitu dengan memperkuat SDM terlatih untuk water rescue, menyelaraskan koordinasi antar-jadwal anggota, dan mengembangkan materi edukasi yang lebih ramah publik agar pesan konservasi dan keselamatan laut mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Tantangan
Tantangan utama yang dihadapi seperti kekurangan SDM yang terlatih, khususnya dalam latihan water rescue, serta keterbatasan manajemen waktu anggota yang harus membagi fokus antara kuliah, kepanitiaan, dan kegiatan organisasi sehingga koordinasi menjadi sulit terlaksana secara optimal.
Strategi & Rekomendasi (disepakati bersama)
- Mengadakan latihan gabungan secara berkala (setiap kuartal) yang fokus pada water rescue dan keterampilan pertolongan pertama di laut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi lapangan.
- Menyusun modul edukasi bahari terpadu — dalam bentuk slide, infografis, dan video singkat — yang mudah diadaptasi KSR untuk kegiatan outreach dan UKSA untuk materi edukasi di sekolah.
- Mengoptimalkan kolaborasi media sosial dan kampanye penggalangan dana untuk respons bencana dengan memanfaatkan story, highlight, serta toolkit publikasi bersama agar pesan cepat tersebar dan kredibel.
- Menetapkan sesi evaluasi pasca-kegiatan secara terjadwal untuk mengukur capaian, memetakan pembelajaran, dan menyempurnakan SOP latihan.
Penutup – UKSA untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Kami dari UKSA-387 UNDIP sangat mengapresiasi kesempatan studi banding bersama KSR PMI Unit FKM UNDIP. Pertemuan ini telah mempererat silaturahmi, memperkaya wawasan, dan menegaskan semangat saling mendukung antar organisasi. Terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia semoga kebersamaan ini terus terjaga.

Writer : M. Arya Arsyil – U30