LPT II UKSA-387 2026 : Survival, Rescue and Vital Emergency Care

Pernahkah kamu terbayang bagaimana rasanya bertahan hidup dan melakukan penyelamatan di tengah situasi darurat perairan? Untuk menguji dan membekali kesiapsiagaan tersebut, UKM UKSA-387 Undip menggelar kegiatan LPT II bertema SURVIVE: Survival, Rescue, and Vital Emergency Care selama empat hari, mulai Sabtu, 22 Agustus hingga Selasa, 25 Agustus 2026, berlokasi di Semarang dan Pulau Panjang, Jepara. Kegiatan ini bertujuan membekali para peserta dengan keterampilan survival, rescue, hingga vital emergency care dalam mengantisipasi skenario kecelakaan kapal (Survival and Rescue Skills for Shipwreck Situations). Pelatihan taktis dan komprehensif ini dapat terlaksana dengan sukses berkat kolaborasi erat bersama para instruktur ahli dari Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah, Mahalawu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, serta SAR Daerah (SARDA) Jawa Tengah.
Rangkaian pelatihan diawali di Semarang dengan pembekalan teori Vital Emergency Care oleh PMI yang mencakup teknik CPR korban tenggelam, penanganan hipotermia, pembalutan luka, pembidaian, serta sistem triage, yang kemudian disusul pemetaan ancaman bahaya perairan terbuka oleh MDMC Jawa Tengah. Pada siang harinya, ketahanan fisik para peserta langsung diuji melalui water test ketat di Kolam Renang Diponegoro yang meliputi renang 200 meter, water trappen selama 15 menit, mask and snorkeling clearing, hingga fins swimming sejauh 300 meter. Memasuki hari kedua, petualangan berlanjut saat rombongan bertolak ke Jepara dan menyeberang ke Pulau Panjang menggunakan perahu sopek untuk mendirikan kemah. Pelatihan lapangan pun dimulai dengan materi Navigasi dari Mas Yaqub (Mahalawu) mengenai penggunaan peta, kompas bidik, dan GPS, lalu dilanjutkan materi Land Survival serta Survival Shelter yang melatih teknik STOP, pembuatan tempat perlindungan darurat, penjernihan air, cara membuat api, hingga pengiriman sinyal SOS.

Puncak latihan perairan berlangsung pada hari ketiga dengan bimbingan langsung dari instruktur BPBD dan SARDA Jawa Tengah melalui tiga disiplin utama. Para peserta diajak mengasah kekompakan dan koordinasi tim saat mendayung raft boat dalam materi Olah Gerak Perahu (OGP), lalu dibekali teknik melompat efisien, formasi mengapung kelompok, metode penyelamatan RTRGT (Reach, Throw, Row, Go, Tow), serta taktik Defends & Release untuk mengatasi korban panik pada sesi Sea Survival & Rescue. Sesi latihan yang intens ini ditutup dengan simulasi Eksplorasi SAR (E-SAR) dan Incident Command System (ICS) sebagai langkah krusial dalam memahami manajemen krisis serta jalur evakuasi massal.

Sebagai penutup perjuangan pada hari terakhir, para peserta menaklukkan tantangan Fins Swimming menyeberangi perairan terbuka dengan estimasi waktu tempuh sekitar 3 jam. Rangkaian kegiatan yang penuh tantangan ini kemudian diakhiri secara resmi melalui penyerahan plakat serta sertifikat kepada para instruktur dan seluruh peserta. Pengalaman berharga ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan diri di alam terbuka; nah, bagaimana denganmu, apakah kamu sudah siap jika suatu saat dihadapkan pada situasi darurat seperti ini?