Tips Penting Pasca Diving: Larangan & Aktivitas yang Dianjurkan
SCUBA diving merupakan salah satu aktivitas yang seru sekaligus menantang karena kita dapat melihat dan menjelajahi dunia bawah laut yang menakjubkan. Namun, setelah kembali ke permukaan, tubuh masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dari adanya perubahan tekanan. Jika tidak diperhatikan, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan setelah menyelam justru dapat membahayakan kesehatan penyelam. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang sebaiknya dihindari setelah SCUBA diving. Dengan memahami larangan ini, pengalaman menyelam akan lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah SCUBA diving :
1. Larangan melakukan Freedive
Setelah melakukan SCUBA diving, jaringan tubuh masih mengandung nitrogen terlarut akibat tekanan tinggi di kedalaman laut. Jika seseorang langsung melakukan freedive, pola turun-naik cepat tanpa kontrol dekompresi akan menyebabkan perubahan tekanan yang drastis. Kondisi ini dapat mempercepat pelepasan nitrogen dalam bentuk gelembung di dalam pembuluh darah maupun jaringan, yang dikenal sebagai Decompression Sickness (DCS). Selain itu, freediving biasanya dilakukan dengan menahan napas, sehingga kadar oksigen dalam tubuh cepat menurun. Kombinasi rendahnya oksigen dan meningkatnya risiko gelembung nitrogen bisa menimbulkan masalah serius seperti pusing, hilang kesadaran (shallow water blackout), bahkan kerusakan organ vital. Karena itu, protokol keselamatan menyarankan untuk tidak melakukan freedive setelah SCUBA diving dan memberi waktu cukup bagi tubuh untuk menstabilkan kembali kadar gas dalam jaringan.
2. Larangan Terbang dengan Pesawat dan Naik Ke Daratan Tinggi
Setelah SCUBA diving, tubuh masih menyimpan sisa nitrogen dalam jaringan akibat perbedaan tekanan di bawah air. Jika langsung terbang dengan pesawat atau naik ke dataran tinggi seperti gunung, penurunan tekanan udara dapat membuat nitrogen keluar terlalu cepat dari tubuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan Decompression Sickness (DCS) yang bisa menimbulkan nyeri sendi, pusing, hingga gangguan serius pada organ vital. Karena itu, penyelam disarankan menunggu minimal 18–24 jam sebelum melakukan penerbangan atau bepergian ke daerah berketinggian lebih dari 300 meter. Dengan memberi jeda waktu yang cukup, tubuh bisa beradaptasi dengan aman dan pengalaman diving tetap menyenangkan tanpa risiko kesehatan.
3. Larangan Mandi Air Panas
Ketika seseorang menyelam dengan SCUBA, tubuh menyerap nitrogen lebih banyak karena tekanan di bawah air meningkat. Setelah naik ke permukaan, nitrogen harus dilepaskan secara perlahan melalui pernapasan agar tidak membentuk gelembung berbahaya. Jika tubuh terkena air panas, pembuluh darah melebar dan aliran darah meningkat tajam. Perubahan ini membuat nitrogen dalam jaringan terdorong keluar lebih cepat daripada yang bisa dikeluarkan paru-paru, sehingga risiko terbentuknya gelembung nitrogen meningkat. Inilah alasan utama mengapa mandi air panas atau sauna setelah scuba diving sangat tidak dianjurkan.
4. Larangan Untuk Aktivitas Berat
Setelah SCUBA diving, tubuh sedang beradaptasi untuk mengeluarkan sisa nitrogen yang larut dalam jaringan akibat tekanan di bawah air. Jika langsung melakukan aktivitas berat seperti olahraga intens, angkat beban, atau berenang cepat, metabolisme tubuh meningkat dan aliran darah menjadi lebih cepat.Tekanan tambahan juga bisa memperburuk pelepasan nitrogen dalam bentuk gelembung yang menyebar ke berbagai jaringan. Gelembung nitrogen tersebut bukan hanya menyebabkan nyeri sendi atau kelelahan, tapi juga bisa mengganggu sistem saraf, paru-paru, bahkan jantung bila jumlahnya besar. Aktivitas fisik berlebihan juga bisa menutupi gejala awal Decompression Sickness (DCS) karena rasa lelah atau nyeri otot sering dianggap wajar setelah olahraga. Inilah alasan mengapa para ahli menyarankan penyelam untuk memberi waktu istirahat yang cukup, setidaknya beberapa jam, sebelum melakukan aktivitas berat pasca diving.
5. Hindari Alkohol Setelah Menyelam
Minum alkohol setelah diving bisa berbahaya lebih dari yang kamu kira. Alkohol menyebabkan dehidrasi, padahal tubuhmu butuh cukup cairan untuk memproses sisa nitrogen. Selain itu, efek mabuk alkohol juga dapat menutupi tanda-tanda awal penyakit dekompresi. Jika tidak segera dikenali, kondisi ini bisa menjadi fatal. Jadi, lebih aman mengganti bir dengan air putih atau jus segar dulu ya!
SCUBA diving bukan hanya tentang keindahan bawah laut, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga tubuh tetap sehat setelah menyelam. Banyak penyelam pemula hanya fokus pada pengalaman di dalam air, padahal fase setelah menyelam sama pentingnya. Tubuh membutuhkan perawatan dan perhatian khusus agar tetap bugar serta terhindar dari risiko kesehatan. Karena itu, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan setelah diving, sekaligus aktivitas ringan dan menyenangkan yang bisa menambah pengalaman liburan!.
- Rehidrasi Tubuh, Minumlah air putih atau minuman elektrolit untuk membantu mengeluarkan sisa nitrogen dan mencegah dehidrasi.
- Istirahat yang Cukup, Beri waktu untuk memulihkan enrgi. Istirahat juga membantu memperlancar proses adaptasi tubuh setelah mengalami perubahan tekanan di bawah laut.
- Menulis Dive Log, Catat kedalaman, durasi, kondisi, buddies, dan juga kedalaman penyelaman. Bukan hanya catatan teknis, ini juga menjadi memori untuk pengalaman selam berikutnya.
- Abadikan Momen Melalui Media Sosial, Foto atau vidio underwater yang indah bisa dibagikan pada media sosial sebagai berbagi pengalaman, pengenalan kehidupan bawah laut dan sebagai sarana memperluas jaringan sosial.
- Cek dan Bersihkan SCUBA gear, Ketika menyelam tentu SCUBA gear akan terkena air laut. Setelah melakukan penyelaman segera bilas SCUBA gear yang terkena air laut dengan air bersih untuk mengurangi risiko kerusakan pada alat seperti mengakibatkan kebocoran, free-flow mouthpiece, keburaman pada pressure gouge dan lainnya.
Referensi
https://blog.padi.com/7-things-you-should-never-do-immediately-after-diving/
https://www.divessi.com/en/blog/things-to-avoid-after-scubadiving-8673.html
Writer : Sabilla Fitri U-30