Jambore Selam Nasional 2024: Menyelami Pesona Karimunjawa
Apa itu Jambore Selam Nasional?
Jambore Selam Nasional merupakan ajang pertemuan rutin para penyelam dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, sarana berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring komunitas selam dari Sabang hingga Merauke.

Latar Belakang Jambore 2024
Tahun lalu pada tanggal 20 – 27 Oktober 2024, Jambore Selam Nasional ke-14 diselenggarakan di gugusan Kepulauan Karimunjawa. Mengusung tema “Pesona Karimun Jawa: Discover the Paradise of Java”, kegiatan ini mengajak peserta untuk menengok kekayaan bawah laut yang selama ini menjadi permata tersembunyi di Laut Jawa. Jambore tidak hanya diisi dengan aktivitas rekreasi, tetapi juga menghadirkan unsur edukasi, konservasi, serta penguatan jejaring antar penyelam.
Selama acara berlangsung, peserta berkesempatan menjelajahi spot-spot terbaik untuk menyelam dan snorkeling, mulai dari terumbu karang dangkal hingga dinding karang yang. menjadi tantangan untuk penyelam lainnya. Rangkaian program juga mencakup dokumentasi bawah air (foto dan video), lokakarya keselamatan selam, hingga aksi bersih pantai yang turut melibatkan masyarakat setempat. Lokasi-lokasi populer seperti Pancuran, Batu Topeng, dan Tanjung Gelam pun menjadi bagian dari peta kegiatan para peserta.
Tantangan Panitia dalam Persiapan
Dalam persiapannya, panitia menghadapi tantangan cukup berat, khususnya di kawasan Indonor. Kondisi air yang keruh akibat pencahayaan dan perairan yang kurang bersahabat membuat visibilitas menurun drastis. Seluruh aktivitas pun harus dilakukan di atas kapal yang terus bergerak. Hal ini berdampak pada kualitas dokumentasi visual dan meningkatkan sensitivitas aspek keselamatan, terutama bagi penyelam pemula. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada jadwal kegiatan, memunculkan kelelahan tambahan bagi panitia dan tim, serta meningkatkan ketergantungan pada faktor cuaca dan arus laut. Tantangan di Indonor menjadi ujian nyata bagi kesiapan teknis, kesabaran peserta, serta kekompakan tim pelaksana.
Rangkaian Kegiatan Utama
Jambore Selam Nasional 2024 dirancang untuk memenuhi tiga tujuan utama: menikmati keindahan bawah laut, meningkatkan kapasitas peserta melalui edukasi teknis, serta melaksanakan aksi konservasi yang berdampak nyata. Kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi di Semarang sebelum peserta diberangkatkan ke Karimunjawa. Sesampainya di lokasi, peserta dibagi ke dalam beberapa kloter untuk melakukan log dives di spot-spot unggulan seperti Geleang, Wreck Genteng, dan Cemara Besar. Setiap harinya diisi dengan dua kali sesi penyelaman, jeda surface interval, serta briefing malam mengenai rute, protokol keselamatan, dan etika selam.

Selain penyelaman, terdapat workshop keselamatan, sesi perawatan alat (check-clean-upkeep / CCU), hingga kelas dokumentasi foto dan video bawah laut. Dimensi konservasi semakin terasa ketika aksi bersama di Pulau Tengah berupa pembersihan dasar laut dan kegiatan restorasi yang melibatkan penyelam dan masyarakat lokal.
Harapan Peserta untuk Jambore
“Tanggapan jambore karimunjawa. Pastinya merupakan acara yang tidak akan pernah dilupakan. Banyak pengalaman dan kenalan yang didapat disana. Bukan hanya keindahan laut karimunjawa yang diincar para peserta, melainkan tali persaudaraan setiap bendera organisasi selam satu Indonesia yang sudah terbentuk dari awal berdiri. Semoga kegiatan jambore semakin sukses dan pesan buat organisasi selam se Indonesia jangan lupa menghadiri kegiatan jambore tahunan. Waspada Dira Anuraga” Ujar Nicho, salah satu Delegasi dari UKM Selam UGM atau akrab disapa dengan Unyil.
“Kegiatannya seru banget, nambah pengalaman baru yang beragam. Terlebih dari itu semua, bertambahnya keluarga baru yang hangat dan gbisa dilupain. Bersyukur banget bisa kenal dan lakuin hal hal bareng sama semuanya!” ujar Ivannov, salah satu Delegasi dari UKM Selam Basic Udayana.
Harapan Panitia untuk Dunia Selam
Ketua pelaksana menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung keberlangsungan acara, khususnya Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI). Menurutnya, jambore bukan hanya soal menyelam, tetapi juga tentang kerja sama lintas elemen yang membuat kegiatan berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa momen ini sangat berharga karena mempertemukan mahasiswa dan penyelam dari berbagai daerah untuk saling bertukar pikiran, memperluas wawasan, serta menambah pengetahuan teknis. Di balik keseruan, jambore juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi laut.
Harapan besar disampaikan agar ikatan yang terbentuk selama jambore tidak berhenti di Karimunjawa saja. “Tetap jaga silaturahmi antar sesama, tetap solid, tetap seru,” pesannya. Ajakan tersebut menjadi penutup yang sederhana, namun kuat, untuk melanjutkan kerja sama, menjaga laut Indonesia, dan terus memperkuat semangat kebersamaan komunitas penyelam.
Writer : M. Arya Arsyil